jump to navigation

Jalur Pantura banjir 8 Februari 2009

Posted by masjaliteng in sosbud.
Tags: , , ,
trackback

Subuh tadi dikejutkan oleh suara kentongan yang bertalu-talu. Karena nggak ngerti kodenya jadinya cuma bertanya-tanya dalam hati ada apakah gerangan yang terjadi, sehingga suara “titir” terus terdengar?

Baru “ngeh” ketika telpon rumahpun ikut-ikutan mendendangkan nadanya. Suara kentongan tadi adalah tanda supaya semua warga bersiap-siap terhadap kemungkinan terburuk kala musim hujan, banjir. Kata Fazar, adikku yang menelpon, Kali Blukar atau warga di sekitarnya menyebutnya Kali Tengah sudah mulai meluap. Memang sejak kemarin malam hujan terus mengguyur bumi terus menerus seolah tiada jeda. Dan puncaknya subuh tadi ketika sungai meluap dan menggenangi jalan raya. Memang belum begitu besar sekali, namun cukup untuk membuat motor ataupun mobil yang berbodi rendah seperti sedan ciut nyalinya.

Memang luapan kali blukar sempat membuat macet jalur pantura, tepatnya di daerah Gondang-Truko. Walaupun jembatan sudah ditinggikan di satu jalur yaitu dari arah Jakarta namun ada daerah yang sangat rendah yaitu jalan yang menuju Pasar Hewan Wagean. Apalagi jalur dari arah Semarang yang masih rendah tentu lebih deras lagi aliran banjirnya.

Biasanya walaupun hujan terus menerus sungai tidak akan meluap kalau di hulu tidak terjadi hujan besar. Sehingga fenomena meluapnya Kali Blukar adalah akibat adanya banjir kiriman dari daerah atas atau hulu sungai. Dan biasanya karena banjir kiriman maka tergantung dari curah hujan di daerah atas, semakin tinggi atau lama hujan di hulu maka semakin besar pula banjir yang terjadi. Keadaan ini akan lebih memburuk bila hujanpun terjadi di daerah luapan banjir. Akumulasi dari aliran air yang menuju ke sungai akan bertemu dengan banjir kiriman dari daerah atas. Bisa dibayangkan kedahsyatannya.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Dari setiap peristiwa terdapat dua sisi yang berbeda tergantung dari sudut mana kita memandang. Banjir ini memberikan cobaan bagi yang mengalaminya. Terutama keluarga yang tidak bisa memenuhi kebutuhan makannya, yang sampai saat ini terdapat 7 (tujuh) keluarga. Di pihak lain ada yang mendapat rejeki karena membantu mobil atau motor yang mogok. Juga sudah bersiap kader partai yang akan memberikan bantuan bagi korban banjir. Sambil menyelam minum air mungkin (asal tidak klelep aja). Soalnya rencananya ngasih bantuannyaย  pake atribut sih. Bagaimanapun salut terhadap mereka yang langsung memberi bantuan ketika dibutuhkan.

Semoga banjir tidak meluas, korban juga tidak bertambah.

Iklan

Komentar»

1. bootingskoBlog - 8 Februari 2009

Wah sama dong.. Semarang juga banjir.

Salam kenal juga mas. Sukses buat anda.

2. masjaliteng - 8 Februari 2009

@bootingskoBlog: Lho di Semarang tho…bukannya Grobogan? Makasich mas infonya.

3. bootingskBlog - 12 Februari 2009

Asli Grobogan, saya pikir anda tidak tahu Grobogan, jadi saya pakai nama ibu kota propinsi.

Semakin tahun kayaknya semakin buruk aja cuacanya. Bisa-bisa bumi jadi hancur.

Soal yang pakai atribut parpol orang yang cari perhatian. Kalau ntar jadi lupa.

4. kyra.curapix - 12 Februari 2009

banjir semua ya

5. adhi - 12 Februari 2009

wha ….. banjir, …. kliatanya kita ikut andil dalam terjadinya banjir … semoga kedepan ada solusinya, ….

6. Ardhi - 12 Februari 2009

banyak pelajaran di balik setiap cobaan… yg jelas jangan lelah dan berhenti nge-blog! (nah loh apa hubungannya?!… yg jelas hubungannya baik-baik saja ๐Ÿ˜€ hehehhe…)

Ngemeng2 mas teguh link blog saya kok yg dipake yg wordpress? kalo boleh usul diganti yg blogspot aja yach… ๐Ÿ˜€

bagusan lagi kalo 2-2 di link semua (gile…, nawar kok 6 1/2 = baca NEM-SETENGAH = Nembung Setengah Mekso!)

oya, blogspotku ada yg baru, lumayan buat nginspirasi… ๐Ÿ˜‰

7. masjaliteng - 12 Februari 2009

@bootingskoBlog:Grobogan-Kendal jauhnya seberapa sih mas?Btw temenku ada yang asli Grobogan lho…

@kyra.curapix:disini banjir…disana banjir…

@adhi:Untuk sekarang solusinya ngeblog dulu aja po…:-D

@Ardhi:Mangsude gitu, berarti keliru buate, yo maklum:-D, ntar tak link semua, Posting terbaru wis tak baca opo to maksude? ๐Ÿ˜‰

8. Jadmoki - 19 Februari 2009

Satu hal yang bikin aku buka postingan ini lebih dulu (dibandingkan postinganmu yg lain, Guh), yaitu: TITIR !!! kenthongan !
Rumangsaku kenthongan iku alat telekomunikasi paling konvensional yang pernah aku kenal. Biyen ning ndesoku – jaman aku cilik – yo ono, tapi saiki wing lenyap. Mbuh kapan ilange…
Lha ning nggonmu kok sik ono ???

9. masjaliteng - 19 Februari 2009

@jadmoki:halah, wis dadi “wong” ning Jkt saiki lali asale… ๐Ÿ˜€

10. Jadmiko - 20 Februari 2009

lha…. justru mergo sing eling karo asalku, mulane aku penasaran ambek titir… hehehe… kangen juga kadang-kadang. eling jaman biyen nek ono kumpulan ning bale deso, ngumumkene nganggo kenthongan, nek ono kenduren, kepaten, pokoke opo ae sing butuh kumpul-kumpul mesti nganggo kenthongan. tapi paling seru nek ono titirrr… langsung penasaran… “ono opo iki?” hehehe sekedar ngeling-eling masa lalu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: