jump to navigation

Naik Dokar 9 Maret 2009

Posted by masjaliteng in keluarga.
Tags: , , , ,
trackback
Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota
naik delman istimewa kududuk di muka
kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendali kuda supaya baik jalannyanaik-dokar1……….

Syair lagu delman diatas menjadi senandung kami saat mengikuti dua jagoan yang bersama ibunya masing-masing. Walaupun bukan hari Minggu, Sabtu kemarin sempat juga sinang Irza dan adik sepupunya Averil jalan-jalan naik delman. Bukan delman istimewa, karena kami biasa menyebutnya dokar. Bagi sinang irza ini untuk kedua kalinya naik dokar. Untuk Averil pastilah yang pertama, walaupun dia pernah naik kuda. Soalnya averil ini kan anak Makassar, setahuku disana tidak ada dokar.

Sejak Kamis pagi, averil bersama orang tuanya tiba di rumah kakek nenek sinang irza. Mereka berangkat dari Makassar Rabu sore. Rencananya akan pulang Minggu siang. Ayah averil adalah adik pertamaku. Kami terakhir bertemu saat pernikahan orang tua averil tahun 2006, berarti hampir 3 tahun tidak berjumpa. Bagi averil dan ibunya ini merupakan saat pertama ke rumah kami.

Tadinya kami mau naik dokar pergi pulang, namun tidak kesampaian. Saat kami tiba di pangkalan dokar ternyata mereka sudah berada di pasar semua. Memang dokar di jalur Tlahab-Kangkung menjadi alat transportasi utama selain becak. Memang sih ada angkutan umum namun biasanya penuh dan jeda waktunya lama. Sehingga kamipun menuju ke pasar untuk mencari dokar yang mau disewa untuk jalan-jalan.

Sepanjang perjalanan sinang irza dan averil terlihat gembira. Mereka berdua sering tersenyum dan tertawa hingga sampai di tempat tujuan. Akhirnya perjalanan berakhir kurang lebih 10 menit kemudian.

Iklan

Komentar»

1. dinda27 - 10 Maret 2009

Wah … dokar ini seharusnya jadi aset yg perlu dilestarikan ya. Tentunya dengan memperhatikan segi 3k: kebersihan keindahan keteraturan. Salam

masjaliteng - 11 Maret 2009

Memang mbak Dinda, kadang 3k itu yang kurang. Salam kembali.

2. UNIVA Labuhanbatu - 9 April 2009

Di bukit tinggi, delman masih menjadi pemikat pelancong domestik maupun bule.

” buat pariwisata ya mas, kalo disini masih jadi alat transportasi tuh, maklum di desa… “

3. rera - 24 Oktober 2009

lagu diatas mengingatkan saya dengan masa kecil saya..
pernah juga saat naik dokar tiba-tiba saja kudanya kentut..
sayang sekali sekarang tidak banyak dokar..

masjaliteng - 25 Oktober 2009

pengalaman yang tak terlupakan pastinya ya 😀
di tempat saya dokar masih banyak dan dibutuhkan kok…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: