jump to navigation

Orang tua harus belajar lagi 28 Maret 2009

Posted by masjaliteng in keluarga.
Tags: , , , ,
trackback

belajarSejak Diva memasuki sekolah, baik di pra TK maupun TK, kami kedua orang tuanya masih merasa pede dengan kemampuan sendiri. Namun seiring dengan dengan berjalannya waktu dan anak pertama kami menginjak sekolah SD, terutama akhir-akhir ini saat sudah memasuki akhir semester II kelas 2, kami jadi merasa khawatir juga. Memang benar bahwa pelajaran anak sekolah jaman sekarang lebih sulit, terutama bagi kami.

Sulitnya bagi kami adalah menerangkan konsep kepada anak agar lebih mengerti. Seingatku dulu konsep pelajaran yang diterima diva di kelas 2 ini, diajarkan di kelas yang lebih tinggi pada jamanku dulu. Nah, karena berbeda jaman dan persepsi inilah yang kadang membuat riuh rendahnya proses belajar di rumah kami. Persis orang yang sedang diskusi. dan bertengkar. Padahal pelajaran yang dipelajari masih sama obyeknya. Atau mungkin karena kami bukan guru yang sudah dibekali dengan ilmu mengajar sehingga kesulitan ketika menerangkan kepada anak. Sehingga seringkali belajar di rumah berakhir dengan diva belajar sendiri dan kami orang tuanya juga ikutan mempelajarinya.

Kebetulan teman kerja ada yang mempunyai anak yang setingkat dengan diva sekolahnya. Dan anak temanku itu sekolahnya di kota kabupaten (Kendal) serta lumayan favorit. Dari sering sharing dengan teman itu maka jadi berpikir untuk mendaftarkan kursus ataupun bimbingan belajar. Karena ternyata soal-soal ujian sekabupaten sama, sehingga diva yang sekolah di desapun akan menghadapi materi tes yang sama dengan teman-temannya di Kendal kota. Maksudnya sih biar sekolah desa tapi tidak katrok ilmunya dan berani bersaing dengan sekolah kota.

Sampai saat ini diva memang belum ikut kursus atau bimbel. Kadang ada keraguan juga, sebenarnya ini kepentingan siapa? Untuk kebaikan diva atau memenuhi ambisi orang tua? Yang pasti sebagai orang tua kami harus terus belajar. Belajar dari dan untuk anak.

Semoga saja kami ke depan bisa terus membimbing sesuai dengan kemampuan dan apabila perlu bimbingan orang lain pastilah demi kebaikan anak-anak kami. Karena mereka adalah titipan dari Allah yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya semaksimal mungkin.

Iklan

Komentar»

1. rismaka - 29 Maret 2009

Memang merupakan suatu dilema. DI satu sisi kita ingin anak-anak kita mengenyam pendidikan terbaik (yg notabene hanya dijumpai di perkotaan), namun di situ pula berkembang pergaulan2 ga bener serta pemikiran2 sesat yang bisa merusak anak. Di sisi lain kita ingin anak2 kita aman dari pergaulan tersebut, tapi sangat sedikit daerah yang masih aman dari pergaulan ga bener mempunyai sistem pendidikan yang memadai.

Jadi kuncinya adalah pendidikan formil dan nonformil dari kedua orang tua anak tsb. Toh yg namanya orang tua itu kan tugasnya menjaga anak (baik dr segi makanan, kesehatan, penddikan, kesejahteraan, pokoknya semuanya) karena anak adalah titipan Allah Ta’ala, jadi memang tak tepat jika pendidikan anak kita serahkan pada sekolah atau kursus/les sementara kita adem ayem hanya mengurusi jasmani si anak tersebut.

masjaliteng - 29 Maret 2009

Betul mas, saya juga sepakat dengan hal tersebut. Kadang yang jadi masalah adalah penyampaian kepada anak. Kita tahu betul obyeknya tapi mengajarkannya agar anak mengerti sesuai dengan keinginan kita yang tidak semua orang tua bisa. InsyaAllah kami selalu belajar.

2. adhi - 30 Maret 2009

wha … makasih, … bisa buat refrensi saya nanti ..

masjaliteng - 30 Maret 2009

learning by doing mas Adhi, jangan nanti-nanti… πŸ˜€

3. WANDI thok - 6 Mei 2009

1. Kat jaman mbingek kok masih resep bangun pagi wae mas? Kalo mau, ini ada tema usulan : Enak apdet blog apa main fesbook? πŸ™„ πŸ˜€
2. Saya mohon mangap mas, jika sudah salah paha πŸ˜€ Ma’ap daku kau ku tanya πŸ˜€

masjaliteng - 6 Mei 2009

1. mohon dimaklumi soale saya tidak seproduktif panjenengan Mas, juga babar blas blm tahu facebook
2. jelas dimaafkan, kalo ndak nggak mungkin tak bela2in ngebel
3. tetap ditunggu kedatangannya πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: