jump to navigation

caleg stres = sisi lain pemilu 18 April 2009

Posted by masjaliteng in asbun, sospol.
Tags: , , , , ,
trackback

jingkrakanSeperti yang pernah saya tulis disini sebelum berlangsungnya pemilu legislatif tanggal 9 april 2009. Fenomena caleg stres ternyata menjadi kenyataan sekarang ini. Mulai dari yang ringan sampai yang parah, bunuh diri. Demikian juga penderitanya, ada yang laki-laki, perempuan juga tidak sedikit. Dari partai gurem sampai partai gajah. Semua komplit, plit.ย  Layaknya jamu saja.

Berita yang lebih detail dan jelas pastilah sudah diungkap. Media, baik cetak maupun elektronik seakan berlomba mewartakan dan menginvestigasi sisik melik para caleg ini. Selain memberitakan tentang hasil perolehan sementara pemilihan legislatif, tentu saja.

Banyak memang cerita lain dari pileg kemarin, selain caleg yang stres. Pastilah kita sudah mendengar ataupun membaca tentang caleg yang ingkar janji sampai menjilat ludah sendiri. Dari yang menarik bantuan yang telah diberikan sampai meminta uangnya dikembalikan. Semuanya bermuara pada satu hal, mereka tidak siap kalah.

Padahal hidup adalah pilihan. Ketika kita merencanakan kemenangan kitapun harus siap menghadapi kekalahan.ย  Karena ada satu masa sebelum datangnya satu masa yang lain. Tidak mungkin semua menjadi pemenang. Memang diperlukan kesiapan mental untuk mengakui kekalahan. Hanya yang berjiwa besar yang sanggup melakukannya. Dan tawakal adalah kuncinya. Manusia hanya wajib berusaha, selebihnya hanya Allah jualah yang menentukan. Bukankah begitu seharusnya?

Iklan

Komentar»

1. Jajang - 18 April 2009

Yup, kayaknya harus ditambah 1 syarat lagi untuk menjadi caleg di negeri ini yaitu tes kejiwaan. Kalo jiwanya rapuh ya… ke laut aje… gitu.

Lam kenal mas

masjaliteng - 18 April 2009

salam kenal juga mas, padahal sudah lulus tes kesehatan semua lho mas, tapi siapa yang tahu dalamnya laut eh hati……
terima kasih sudah berkunjung..

2. upik - 18 April 2009

Maaf lama ga berkunjung.. Memang Pemilu bukan hanya mencetak perubahan, tapi juga orang yg stres.. Bahkan ada caleg yg sampai meninggal. Ampun deh..

masjaliteng - 18 April 2009

Gpp mbak, senang panjenengan sudah berkunjung kembali,
yap, efek samping mungkin ya mbak, karena siap untuk menang saja, tapi tidak untuk kalah…

3. cupangkolam - 19 April 2009

Banyak orang gak tau diri sekarang, merasa dirinya bakal menang, tapi belum bisa menang melawan dirinya sendiri apalagi mau lawan orang lain?

masjaliteng - 19 April 2009

setuju mbak, tapi mana mungkin mereka mau mendengarkan orang lain lha wong hati nuraninya sendiri diingkari, jadinya malah budrek kabeh… terima kasih kunjungannya.

4. aspirasiputih - 19 April 2009

Iya mas. .skrg aku ktawa sendiri ngeliat di TV caleg gagal lg pada stres

masjaliteng - 19 April 2009

Hati-hati lho mas, kalau ada orang yang ngeliatin mas ketawa sendiri ๐Ÿ™‚

5. Sawali Tuhusetya - 19 April 2009

pascapemilu, saya jutru iba menyaksikan nasib caleg2 yang gagal meraih kursi., mas jalitheng. barusan saya nonton TV-One. tak sedikit memang yang terpaksa harus jadi pasien sakit jiwa. duh, kalau memang ndak siap kalah, mending deh ndak usah ikut2an nyaleg, hehe ….

masjaliteng - 19 April 2009

idealnya begitu Pak, tapi mungkin impian dan harapan yang begitu besar bila jadi wakil rakyat yang membuat logika dan rasio minggir…

6. Ardhianto A.N. - 19 April 2009

Kalah atau Menang?! sepertinya bukan hanya itu intinya, yang jelas niat sejak awal “nyaleg” itu apa?! Mo cari gaji besar? Mo cari gengsi dan kedudukan? Kalo NIATNYA Nyaleg dari awal sudah “menyimpang” ya hasilnya sudah bisa ditebak…

Ohya…, dari 5 orang yg ikut sertifikasi cuman 3 org yg lulus ^_^ dan kita adalah di antaranya… so jangan pernah remehkan blogger! (opo hubungane jal? ^_^) lumayan juga buat nambahin koleksi personal branding…

masjaliteng - 19 April 2009

kalo sudah di niat ya siapa yang tahu mas, nanti terbukti ketika sudah jadi/tidak jadi, baru ketahuan motivasi awalnya…
lumayan dapat sertifikasi L2, what’s next?

7. Komandan - 20 April 2009

wah pemilu 2009 ini kok yang stree kenapa ya pak atau sangking banyaknya caleg ap ya . . . . paling sadis sampai bunuh diri sangatlah tragis

masjaliteng - 21 April 2009

Waduh, belum sempat nanya sama caleg yang stres :))
mungkin saja mereka berharap terlalu banyak sehingga lupa diri,
terima kasih atas kunjungannya…

8. tegarz - 20 April 2009

sebelum kasus caleg stress karena gagal terpilih, tahun 2008 lalu ada kasus calon kepala daerah di salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang juga jadi stress karena kalah…..
apakah di pilpres akan ada capres/cawapres yang jadi stress ketika kalah nanti?

masjaliteng - 21 April 2009

Kita berharap jangan terjadi seperti itu ya Mas, ngisin2ni soale,
kalo melihat sejarah sih belum ada, tapi siapa tahu ….

9. bootingskoBlog - 21 April 2009

Bukan cuma caleg gagal yang stres mas, anggota PPK dan Panwas juga ikut-ikutan stres gara-gara rekapitulasi pemungutan suara.

masjaliteng - 21 April 2009

Betul Mas, berarti dimulai dari KPPS,PPS,PPK + Panwas,KPUD dan KPU semuanya jadi stres gara-gara Pileg ini ๐Ÿ˜€ selain caleg yang kalah tentunya… Btw caleg menang ada yg stres nggak ya?

10. zefka - 22 April 2009

Mental orang Indonesia memang kayaknya belom cukup dewasa untuk bisa membangun alam demokrasi yg sejuk dan nyaman. Masih banyak yg siap menang, tp belom siap kalah, apalagi kehilangan modal yg cukup banyak. stress deh jadinya…

masjaliteng - 22 April 2009

He.eh Mas, kapan ya? Sing menang ora umuk, yen kalah ora ngamuk… Kapan-kapan mungkin :mrgreen:

11. Balisugar - 23 April 2009

Prihatin sama yang stress gitu, Namun aku liat di TV ada juga yang bersyukur karena kalah karena memang semuanya Tuhan yang menentukan ๐Ÿ™‚

masjaliteng - 23 April 2009

Jarang banget lho mbak, orang bisa menerima kekalahan dengan bersyukur, biasanya paling bersabar untuk menunggu kemenangan selanjutnya, terima kasih sudah berkunjung…

12. Raffaell - 24 April 2009

wow…
itu resiko mereka, hehehehe, derita lo namanya….

masjaliteng - 24 April 2009

yah namanya juga pertandingan, ada yang menang ada yang kalah, resiko ditanggung sendiri ya Mas, tengkyu kunjungannya…

13. mayang - 4 Mei 2009

Ya ALLah,.seharusnya para caLeg harus menyadari karna sesungguhnya menjadi DPR itu sangat berat tugasnya,.tidak hanya duduk_duduk di kursi DPR,.tapi juga menjaLankan dan meLaksanakan apa yang terbaik untuk rakyat,.tidak hanya dunia yang menjadi faktor utama,tapi akhirat juga yang harus dipikirkan.Itu berarti iman yang diuji oLeh ALLah tidak sepenuhnya kuat.

14. masjaliteng - 4 Mei 2009

yap, setuju mbak, kursi dpr harusnya jadi sarana mencapai kesejahteraan rakyat bukan menjadi tujuan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: