jump to navigation

Ayo menabung biar (b)untung! 16 Mei 2009

Posted by masjaliteng in cangcoh, Grundelan, sosbud, Unek-unek.
Tags: , , ,
trackback

uangSudah lama saya tidak ke bank. Mungkin hampir delapan bulanan. Karena kemarin ada kiriman uang dari ayahnya avril maka buku tabungan perlu di-print-kan. Itupun minta bantuan adik. Setelah print out tabungan diterima, mulailah cerita dimulai.

Sebagai keluarga dengan gardan satu (1 kerja, 1 nggak) dan kebutuhan hidup yang lumayan, menabung merupakan keinginan yang kadang tercapai, seringnya tidak. Sehingga jumlah tabungan jarang bertambah, berkurang malah terus. Namun tentu saja sebisa mungkin tidak besar pasak daripada tiangnya.

Niat awal saat menabung tentu saja untuk menyisihkan sebagian uang, sehingga saat dibutuhkan masih ada cadangan. Sehingga jumlahnya diharapkan bertambah, syukur2 dapat hadiah undian atau apa yang jelas jangan sampai berkurang untuk kebutuhan yang tidak perlu dan mendesak.

Namun cerita menjadi lain ketika mendapati jumlah tabungan berkurang karena dipotong biaya administrasi. Dulu pertama kali nabung potongannya 2500, sekarang sudah 10 ribu. Padahal jumlah uangku dibawah 1 juta. Maka mau tak mau tabungan akan berkurang 10 ribu tiap bulan. Jumlah yang sedikit bagi sebagian orang tapi bagiku lumayan juga. Lalu gerakan “Ayo ke Bank” untuk siapa? Terkadang bagiku dengan menabung bukannya untung malah buntung.

Merupakan dilema juga. Aku membutuhkan bank tersebut untuk sarana transfer dengan adik di Makassar. Kadang juga saat butuh uang mendesak nggak perlu antri di bank, tinggal ambil di ATM. Mungkin itu cost yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan kelebihan tersebut. Apakah di bank lain seperti itu ya?

Sampai saat ini aku masih menanamkan kepada diva, putri pertamaku bahwa rajin pangkal pandai dan hemat pangkal kaya. Dan untungnya di sekolah tempat dia menabung tidak ada potongan administrasinya sehingga uangnya tetap utuh yang akan diambil saat kenaikan kelas.

Adakah yang punya pengalaman serupa?

Iklan

Komentar»

1. sawali tuhusetya - 16 Mei 2009

ceritanya hampir sama dengan saya, mas. saya suka transfer ke rekening teman. karena memang ndak mau repot2 ngurus ATM, transfer 100 ribu membengkak jadi 105 ribu, hehe … rata2 bank mungkin seperti itu. karena mereka mengambil keuntungan dari perputaran uang yang beredar. *walah embuh, mas, hehe … *

masjaliteng - 16 Mei 2009

padahal uang yang beredar banyak ya Pak, trus tabunganku bukannya nambah lha kok malah kurang ya, yo minimal tetep gitu…

2. Yayat Sudrajat - 16 Mei 2009

Kelihatannya tiap bank melakukan biaya semua. Jadi mungkin bijaknya tabungan itu bukan untuk mencari untung tapi untuk manfaat menabung yang akan dirasakan untuk mesa depan.
Trims Mas atas kunjungannya ke blog saya. Semoga Mas dan keluarga sehat dan sukses selalu. Salam. Yayat

masjaliteng - 16 Mei 2009

Iya mas, nggak pingin nyari untung sih malahan kalo bisa nabung terus tapi kalo berkurang terus bagaimana? Sukses juga buat mas dan keluarga.

3. WANDI thok - 16 Mei 2009

Gak/belum punya pak. Aku ATMnya ama istri terus sih. Nyang ikhlas sajalah. Kalo bank nggak begitu kan bukan disebut bank, bisa-bisa malah dikira bank Jaliteng nanti ๐Ÿ˜€ Bank Jatengkah?

masjaliteng - 16 Mei 2009

yap, diikhlasin aja ya mas, bagus juga kalo ada bank Jaliteng ๐Ÿ™‚

4. zefka - 16 Mei 2009

emang kayak gitu caranya bank ambil untung mas, disamping juga muterin duit kita untk bisnis lain. Tapi jangan gede2 lah bank2 itu ngutip potongan, terutama untuk penabung2 kecil kayak kita ini. Kemarin baru aja nganter teman bikin account di salag satu bank, ehh ternyata biaya administrasi ATM sekarang dah naik, busyet deh.. apes

masjaliteng - 16 Mei 2009

iya mas, biasanya sih nggak pa2, tapi kok naik terus, tabungannya nggak nambah, jadi kan kepotong terus…

5. mascayo - 16 Mei 2009

aturan potongan admin itu disesuaikan dengan jumlah saldo masing-masing nasabah yaa ..
kalo yang saldonya gede yaa bolehlah 10 rebu,
tapi kalo yang biasa-biasa aja kayak kita, serebu aja .. pasti dah untung lah ๐Ÿ™‚

masjaliteng - 16 Mei 2009

berarti ada subsidi silang gitu ya mas, pake sistem persentase, semakin banyak saldo semakin besar biaya adminnya ๐Ÿ™‚

6. oyot tana - 16 Mei 2009

kalo aku nabungnya di kumpulan RT mas, bisa bt bantu tetangga yg butuh karena di simpan pinjamkan.
itu aja kalo pas ada y mo di tabung..

masjaliteng - 16 Mei 2009

bagus mas kalo begitu, asal jangan sampai susah nagihnya, sama mas kalo ada ya nabung, seringnya nggak…

7. Hary4n4 - 16 Mei 2009

Dulu pernah nabung mas, tp sekarang ndak lagi. Habis emang gak ada sisa buat nabung..adanya malah tekor terus tiap bulan..hehe. Menurutku bank emang kebangetan mas.. Lha kalo tiap bulan dipotong segitu, lama2 kan bisa habis tabungan kita. Padahal kita belum tentu tiap bulan bisa nambahin tabungannya. Salam

masjaliteng - 16 Mei 2009

kalo tabungannya banyak mungkin nggak kerasa mas, tapi untuk yang pas2an, ya gitu dech, salam juga mas.

8. ryan - 16 Mei 2009

nabungnya di paypal aja mas, tdk ada potongan, hehe

masjaliteng - 16 Mei 2009

nah itu yang belum terpikirkan mas, sering2 posting tipsnya mas biar bisa ikutan punya paypal…

9. malcum - 16 Mei 2009

wah2.. emg tuh bank2 sekarang.. kelakuan.. ^^ apa kita harus nabung di celengan ayam jago itu lagi ya mas?? huehehe..

masjaliteng - 16 Mei 2009

bagaimana ya, posisi tawar kita kalah sih, makanya mau diapakan juga biasanya ikut, kita yang butuh ๐Ÿ˜€

10. Bahtiar Baihaqi - 17 Mei 2009

Bahkan, meski baru gajian pun aku termasuk yang paling males ngecek ke ATM (tapi gak bisa mengelak karena mesti begitu). Udah gitu, ganti kantor juga mesti ganti rekening bank. Bahkan di kantor yang sama pun akhirnya ganti rekening bank lain lagi. Duh, jadi punya banyak rekening bank, tapi isinya kosong selain sebagai sarana transfer gaji aja. Akhirnya banyak rekening mubazir dan mati dengan sedikit menyisakan uang yang tentu saja jadi hangus.
Soal potongan di tabungan, aku pun merasakan seperti itu kok Mas lantaran memang jarang gajiku ada lebihnya buat nambah tabungan. Yo uwislah, siapa tahu nanti dapet hadiah, he he he.

masjaliteng - 17 Mei 2009

trus kapan dapat hadiahnya ya mas, katanya kalo saldonya dikit peluangnyapun tipis, logikanya begitu kan, gpp, idhep2 koleksi buku tabungan ๐Ÿ™‚

11. aspirasiputih - 17 Mei 2009

Tabungan 1 juta…potongan tiap bulan 10 ribu..masyaallah. Sumpain aj tuh biar buncit perut direkturnya.

masjaliteng - 17 Mei 2009

jangan pake acara sumpah ah, nanti kalo makannya banyak & nggak olah raga pasti perutnya buncit sendiri ๐Ÿ™‚

12. wahyu ยข wasaka - 17 Mei 2009

Bahkan bunga dari tabungan itu tidak mencukupi pajak bulanannya..

masjaliteng - 17 Mei 2009

nggak dapat bunga kok mas, makanya kepotong terus itu tabungan…

13. Benk Benk Samodra - 17 Mei 2009

wes ga usah mikirin tabungan di bank, mending nabung buat akherat. Gaka bakalan berkurang dan bebas potongan administrasi.

masjaliteng - 17 Mei 2009

setuju pak haji, tengkyu atas nasihat dan kunjungannya, kapan lagi pulang kampunge?

14. wahyu am - 18 Mei 2009

kunjungan pagi.
saya juga ikut nabung di kampus ๐Ÿ˜€
kalo ada uang sisa ya nabung, tp kalo gag ya uang di tabungan yang diambil ๐Ÿ˜ฆ
kepotong bulanan jugaaa….. waaaa…

masjaliteng - 18 Mei 2009

balesan malem, hebat ei bisa nabung juga, dulu pas sebulan saja sudah bersyukur ๐Ÿ™‚

15. raffaell - 18 Mei 2009

Mau nabung buat cewe, sehari 1000 perak aja celengin, trus dah 365 hari punya kado spesial tuh buat doi. hehehehe

masjaliteng - 18 Mei 2009

prosesnya bagus juga, tapi kalo segitu ya kurang, pan sudah melanglang buana Mase ini ๐Ÿ˜€

16. fadielajah - 18 Mei 2009

lama tag ditengok2 abis sndiri dhe… adm nya skrang gazwatttt..:)

masjaliteng - 18 Mei 2009

Iya tuh mas, harusnya sih ditambah terus apa daya uang tak ada…tengkyu atas kunjungannya

17. jadmoki - 18 Mei 2009

Dua komentar ya:

1. Tabungan yg aman dari “berkurang karena biaya admin” itu minimal 5 juta rupiah (untuk nilai rupiah sekarang, Mei 2009), baca ini: http://www.kompas.com/read/xml/2009/04/14/07320854/saldo.makin.merosot.penabung.kecil.pun.terkecoh

2. Ada hukum namanya eighty-twenty rule – hukum 80-20. Intinya, 80% revenue biasanya dihasilkan dari sekitar 20% customer, dan sebaliknya cuma 20% revenue didapat dari sekitar 80% customer. Nah kebanyakan Bank selalu berusaha memberikan pelayanan priority kepada 20% customernya itu, sedangkan yang 80%… monggo lah, mau hidup silahkan… mau sekarat juga EGP… Terserah mereka doong namanya juga bank, kan tujuannya cari untung. Jadi…, jadilah customer yang 20% itu !!!

masjaliteng - 19 Mei 2009

terima kasih pak atas komennya :
1. tengkyu atas pencerahannya, mohon dimaklumi daku yang awam, yang tidak bankable
2. mau nambahin po biar jadi yang 20% itu, itung2 nabung akherat niru pak kaji Benk2 (kapan nyusul?)
Alhamdulillah, wis kuliah nggak kelar, nabungpun kembang-kempis ๐Ÿ˜€

jadmoki - 19 Mei 2009

ayo dong, cari terobosan, jadi pengusaha, jadi pedagang seperti Rasul !! Ben ndang cepet masuk jajaran yg 20% itu…

masjaliteng - 19 Mei 2009

iya dong, aku juga pengin, tularin ilmunya + modalnya juga boleh :), kapan mampir lagi? salam buat seluruh keluarga…

jadmoki - 20 Mei 2009

danamon – kata iklan – gak ada biaya admin.
btw, wis melu fesbuk? ono foto2mu jaman HMI biyen lho…

18. anaksaban - 20 Mei 2009

Itulah sistem bank konvensional , apa kalo di bank syariah juga seperti itu bung ? Mudah-mudahan yang syari’ akan memuliakan kita .Paling nggak secara moral kita dituntut oleh agama seperti itu. Kalo gitu kita musti pakai yang syari’ di segala langkah tentunya ,perlu kita coba gimana ? OK…

masjaliteng - 20 Mei 2009

ok, setuju, tapi baru baca brosurnya, kalo di segala langkah sesuai syar’i yo pasti, sesuai kemampuan…

19. masjaliteng - 20 Mei 2009

@jadmoki: sampai detik ini belum punya, lha fotoku malah sudah nongol duluan, piye tho?

jadmoki - 20 Mei 2009

kan fotone rame2, emailmu opo?

masjaliteng - 20 Mei 2009

tetep, sing mbiyen po ilang? bisa pake masjaliteng@gmail.com

jadmoki - 20 Mei 2009

bukan ilang tapi males nggoleki :p
wis tak tag fotomu, deloken ning emailmu

masjaliteng - 20 Mei 2009

foto kapan kuwi, aku sing jik “handsome” itu yo, ๐Ÿ˜€

20. jadmoki - 20 Mei 2009

brarti saiki elek yo… :p

masjaliteng - 20 Mei 2009

ndak juga, sekarang tambah “cool” man… dulu masih cowok sekarang sudah pria ๐Ÿ™‚

21. rismaka - 1 Juni 2009

Mungkin memang itu yang harus dibayar utk pelayanan ATM mas. Saya pribadi belum punya tabungan yg bisa dikatakan “cukup” di bank. Selain karena memang belum punya uang, masih nganggur, anak yang udah lahir, dll.

Moga aja peruntungan lewat adsense yang saya geluti bisa segera menghasilkan..

masjaliteng - 1 Juni 2009

Alhamdulillah, selamat lho mas, ngakunya nganggur padahal…
nanti bisa dibagi-bagi ya Mas ๐Ÿ™‚

22. Nadia - 10 Juni 2009

Dulu waktu kecil saya suka nabung di bambu cagak rumah yang dulobangi ayah saya, itu ngak pake biaya potongan. Kalau sekarang saya ngak sempat nabung lagi abis uangku ngak sempat lebih sich tiap bulan ????….
Do’akan saya biar bisa nabung yoo!

masjaliteng - 11 Juni 2009

apa mau mbobol tembok rumah? sekarang jarang yang pake bambu sih, ya semoga saja bisa nabung lagi, terima kasih atas kunjungannya…

23. Dins - 23 Juni 2009

Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.

masjaliteng - 23 Juni 2009

terima kasih kunjungannya Mas, insyaAllah nanti saya link balik…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: