jump to navigation

kecewa 23 Mei 2009

Posted by masjaliteng in keluarga, Unek-unek.
Tags: , , , ,
trackback

kecewaMerasa kecewa itu biasa. Sering kecewa juga biasa. Bagi remaja dan orang tua mungkin selalu teralami dan terhilangkan, layaknya siklus. Datang dan pergi silih berganti. Namun buat anak-anak kecewa itu luar biasa, jangan selalu dibiasakan. Kenapa?

Jauh-jauh hari diva, putri sulungku memberitahukan bahwa akan diikutkan lomba mewarnai. Kapan dan dimana tempat penyelenggaraannya menunggu kabar lebih lanjut. Tentu saja kabar tersebut membuat dia gembira. Walaupun belum pernah menang, dia selalu senang mengikuti lomba. Yang penting ikut, kalah menang soal sekian. Dan itu yang tertanam dalam dirinya sejak di playgroup. Menjadi juara syukur, penggembira pun tak apa-apa.

Bagi diriku dan ibunya kabar tersebut lumayan lucu. Untuk kami cara mewarnai gambar oleh diva agak “nyleneh”, kadang tak harmonis menurut ukuran kami. Seringkali semau gue. Tapi mungkin saja kepala sekolah punya pertimbangan lain sehingga mengikutkan diva beserta 2 temannya. Wali kelas 2 sdnya diva memang diampu oleh kepala sekolah.

Saat h-1 itulah rasa kecewa datang. Nggak tahu karena alasan apa peserta lomba dari kelas 1 dan 2 dibatalkan. Yang ikut cuma kelas 3-6. Dan yang patut disayangkan adalah kenapa h-1 setelah semua persiapan dilakukan. Tentu saja pembatalan tersebut membuat diva kecewa. Walau saat ditanya olehku bilang tidak apa-apa tapi tetap saja gurat kekecewaan terlihat dan tidak bisa disembunyikan. Katanya ada seorang guru yang memberikan saran kepada kepala sekolah untuk tidak mengikutsertakan kelas 1 -2.

Dan untuk mengobati kekecewaannya pada saat hari H-nya aku ajak dia untuk melihat perlombaan tersebut. Tentu saja dengan ditambahi bumbu penyedap lainnya. Pahit memang tapi tetap harus dihadapi.

Karena itu berhati-hatilah kita dengan segala perbuatan yang berdampak pada anak-anak. Janganlah berjanji kalau tidak bisa menepati. Jangan buat anak kita kecewa terus hingga tidak percaya pada kita.

Bagaimana dengan anda?

*Catatan : semoga sahabat tidak kecewa apabila komen & BW saya tidak aktif, karena mulai Senin harus melaksanakan dinas luar selama 3 minggu, lihat sikon juga, kalo Sab-Ming bisa pulang ya tetap ngeblog *

Iklan

Komentar»

1. pututik - 23 Mei 2009

Wah begini ini gak fair namanya, masak h-1 baru info. Oya salam kenal, kebetulan anak kami juga akan lomba minggu dpn moga tetep jalan.

masjaliteng - 23 Mei 2009

itulah mas, kenapa mendekati hari Hnya baru dibatalkan, kasihan anak2, salam kenal juga mas, terima kasih sudah berkunjung, semoga arya sukses, sukses selalu juga buat panjenengan dan keluarga…

2. Sawali Tuhusetya - 23 Mei 2009

perilaku anak biasanya akan mengacu pada pengalaman yang dilihat dan dirasakan, masjaliteng. *sok tahu* kalau mereka dibikinmkecewa, suatu ketika dia juga akan belajar utk membuat kecea orang lain. semoga saja diva ndak sampai demikian.

masjaliteng - 23 Mei 2009

pak guru pasti lebih tahu, akumulasi kekecewaan itu yang tidak diinginkan, semoga pak…

3. zefka - 23 Mei 2009

setuju Mas,
tetap berusaha untuk tidak mengecewakan si buah hati, gak akan menjanjikan sesuatu jika kemungkinan besar tidak terlakasana.
kepercayaan, terutama dari orang2 dekat kita sangatlah berharga, susah banget ngebangun kepercayaan itu, jgn sampe diruntuhkan oleh sesuatu yg sebenarnya bisa kita hindari.
Met dinas keluar mas, sukses untuk semuanya

masjaliteng - 23 Mei 2009

iya mas, bagaimana bisa dekat dengan anak kalau mereka tidak percaya dengan kita, memang kepercayaan itu mahal harganya, sukses selalu juga buat mas Eko dan keluarga…

4. ammadis - 23 Mei 2009

Hati-hati yaa…

Kalo sudah tak dipercaya anak…lha siapa lagi yg mo dia percayai…

Salam buat keluarga semua…

masjaliteng - 23 Mei 2009

betul mas, seharusnya keluarga di rumah merupakan tempat kepercayaan anak, salam juga buat mas sekeluarga, terima kasih sudah berkunjung…

5. Bahtiar Baihaqi - 24 Mei 2009

Sangat disayangkan tuh pihak2 yang dengan mudah mengubah/membatalkan acara dan agaknya tak sampai mempertimbangkan dampak kekecewaan pada anak-anak itu.

masjaliteng - 24 Mei 2009

mungkin dikiranya anak-anak lebih mudah menghilangkan perasaan kecewa Mas, hingga punya kebijakan seperti itu…

6. udien roy - 24 Mei 2009

wah aku belum punya anak. ibu nya saja masih di dalam hayalan hehe 😀

masjaliteng - 30 Mei 2009

nantinya biar tidak gampang janji sama anak mas,
jangan cuma dalam khayalan ah, kapan direalisasikan ? 🙂

7. Yayat Sudrajat - 24 Mei 2009

Kecewa anak jadi kecewa orang tuanya juga. Saya pernah mengalami seperti itu. Mungkin kecewanya anak kita tidak lantas menjadi sumpah serapah orang tuanya. Sebisa mungkin kita sebagai orang tua lebih bijak jika mengalihkan anak untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk mengalihkan kekecewaannya. …. Ok Mas, selamat berdinas luar, semoga menjadi hari yang menyenangkan walaupun bisa jadi hari-hari yang melelahkan juga. Selamat.

masjaliteng - 30 Mei 2009

iya mas, terima kasih sudah berbagi, tadinya melelahkan tapi kalau dinikmati bisa jadi menyenangkan, trims mas doanya.

8. WANDI thok - 24 Mei 2009

O, iki posting karo BW tinggalan yo pak, mantul nyuwun lah. Semoga dinas luar negerine lancar, selamat, dan sukses, dan enggak kecewa dengan sangunya 😀

masjaliteng - 30 Mei 2009

enggak juga mas, kalau memungkinkan nanti waktu diklat juga bisa posting dan BW, ada hot spotnya juga ternyata disana, terima kasih atas doanya, tapi sangunya belum tuh mas 🙂

9. aspirasiputih - 25 Mei 2009

Aku blm punyak anak nih…hehehe.

Mas jal skalian mw ngupdate link bru ku nih
http://www.aspirasiputih.co.cc
Suwun yo mas jal..

masjaliteng - 30 Mei 2009

ya buat referensi jika sudah punya, semoga ada manfaatnya, nanti tak kunjung ke tkp, suwun balik Mas…

10. ucu atan - 25 Mei 2009

tapi aku ga kecewa bisa hadir disini

masjaliteng - 30 Mei 2009

Alhamdulillah kalo begitu, terima kasih atas kunjungannya mas, salam kenal…

11. Hary4n4 - 25 Mei 2009

Wah..itu guru kalo ngasih contoh kok gitu yach.. Patut disayangkan tuh, apa gak kasihan sama perasaan seorang anak. Kesannya seperti mendidik murid jadi otoriter dan seenaknya sendiri, serta gak mau tau perasaan orang. Semoga jadi pelajaran buat yg lainnya.. Oh ya..moga tugas luarnya lancar2 aja mas. Salam utk mas dan semua keluarga.

masjaliteng - 30 Mei 2009

itulah yang perlu diperbaiki, biar tidak mudah berjanji, terima kasih doanya mas, salam sukses juga untuk mas har…

12. mantouw - 27 Mei 2009

tes

masjaliteng - 30 Mei 2009

ok, tes diterima, ditunggu kelanjutannya…

13. mascayo - 29 Mei 2009

lebih baik memang tidak menaruh harap terlalu tinggi pada anak-anak, susah-susah gampang ngobatinnya 🙂

masjaliteng - 30 Mei 2009

setuju mas, terkadang kita sok tahu perilaku anak padahal dunia anak kan berbeda, terima kasih sharingnya mas…

14. rismaka - 1 Juni 2009

Anakku masih bayi mas.. belum bisa ngerasain kecewa serta pahitnya dunia :mrgreen:

masjaliteng - 1 Juni 2009

tuh kan, padahal walau masih bayi mereka juga punya perasaan, nyatanya kalau nggak dikasih ASI jadi nangis 🙂

15. mas anto - 12 Juni 2009

shiiiiippp . . . . kalau untuk kesenangan (gembira) tak perlu disuguhi harapan, berikanlah sebagai surprise. Harapan yang tak pernah terwujud akan menjadi kekecewaan, secara langsung mendidik untuk tidak pernah mempercayai. Mau . . . sebagai orang tidak di percaya ? hanya oleh seorang “bocah” sekalipun. Jangan ya . . . .

16. masjaliteng - 15 Juni 2009

setuju mas, kepercayaan modal utama anak untuk tumbuh penuh percaya diri kelak…

17. Bunda Zidan - 14 April 2010

“Karena itu berhati-hatilah kita dengan segala perbuatan yang berdampak pada anak-anak. Janganlah berjanji kalau tidak bisa menepati. Jangan buat anak kita kecewa terus hingga tidak percaya pada kita…”

Betul sekali…
Lebih baik kita ucapkan, “insya Allah jika tidak ada halangan…” jadi dengan demikian, anak2 tidak terlalu berharap…karena semua yg menentukan kembali pada Allah…

masjaliteng - 15 April 2010

yup, setuju mbak…
tapi terkadang kita sering lupa juga kalo sudah panik, asal anak tidak nangis maka he_eh2X terus nurutin anak..
trims atas kunjungannya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: